Pada Kesempatan kali ini saya akan me review video workshop drum oleh Mark Guiliana yang membahas tentang Drum Solo Lesson
Berikut adalah link videonya https://www.youtube.com/watch?v=TPqtWXJnL4o
Banyak
orang mengatakan bahwa melakukan drum solo akan lebih mudah dengan memainkan
segala yang dipersiapkan dengan speed yang cepat, dan menurut orang orang, cara
tersebut adalah formula yang tepat. Tapi menurut Mark Guiliana itu bukan lah
formula yang tepat. Ada 4 hal yang
menjadi dasar untuk membuat drum solo. 4 hal itu adalah:
- Dinamika
- Orkestrasi
- Rate
- Phrasing
Dengan
selalu memikirkan 4 hal tersebut ketika sedang melakukan solo drum. Kamu akan
lebih tertata dalam melakukan drum solo mu. Cobalah untuk hanya menggunakan
sedikit ide untuk solo dan mengembangkan ide ide tersebut. Seperti dimulai dari
buat ide tema mu, kemudian kembangkan lah tema tersebut menggunakan 4 hal dasar
yang akan dijelaskan berikut ini.
Sebelum memulai,
kita akan memakai satu frase yang sangat simple yang akan dikembangkan dengan menggunakan
ke 4 hal tersebut.
Gunakan
Hi Hat pada kaki kiri mu sebagai metronome dengan not seperempat selama berlatih.
Ketika sedang melakukan drum solo. Kamu bebas ingin menggunakan hi hat kaki
kirimu atau tidak.
1. Dinamika
Dinamika
disini berarti keras atau lembutnya pukulan yang dimainkan. Dengan beragam
dinamika dimainkan, akan memberi warna suara pada drum solo mu.
Bagi yang
belum mengerti apa itu f, p , pp, ff. itu
merupakan sebuah simbol dinamika. f berarti keras, p berarti lembut, pp berarti
sangat lembut, ff berarti sangat keras.
2. Orkestrasi
Orkestrasi
merupakan dimana kamu meletakan ide mu pada drum mu, dengan menggunakan frase tema
diatas, kamu bisa meletakan kamu ingin memukul di snare, tom, dan lain lain.
3. Rate
Rate
merupakan subdivision mana yang akan kamu gunakan. Bisa menggunakan quarter
note, eight note, triplet note, sixteen note dan lain lain. Pada contoh diatas
adalah sebuah pengembangan dari frase tema yang kita gunakan.
4. Phrasing
Phrasing
merupakan peletakan ritmis yang akan dimainkan. Pada frase tema yang kita
mainkan sebelumnya, selalu pada downbeat ketukan pertama. Dengan phrasing, kita
bebas menempatkannya, bisa di ketukan ke 2 upbeat, dan lain lain.
Ke
4 hal dasar tersebut kurang menarik jika dimainkan sendiri sendiri. Tetapi ketika
digabungkan, akan menjadi sebuah solo drum yang menarik. Seperti contoh yang
dimainkan oleh Mark Guiliana
Sekian review saya dari workshop Mark Guiliana. Salam Drummers :D


No comments:
Post a Comment